Senin, 15 Februari 2010

Lorenzo "Saya Sedikit Kikuk"

MotoGP - 
Jorge Lorenzo gagal mencatat waktu terbaiknya saat melakukan ujicoba pertama MotoGP di tahun 2010 di Sepang Malaysia. Runner-up tahun 2009 itu menjadi tercepat ketiga dibawah Valentino Rossi dan Casey Stoner.

Mengenai hasil yang diperolehnya tersebut, Lorenzo tak ingin telalu khawatir. Pembalap berumur 22 tahun mengaku dirinya sedikit kikuk setelah jeda yang cukup panjang usai musim balapan 2009.

"Saya merasa lebih baik hari ini (Jumat) dan saya mampu mempercepat laju motor dengan segera. Bukan masalah besar pada hari pertama. Hanya saja, setelah jeda yang begitu lama, saya sedikit kikuk saat kembali membalap," ujar rider muda tersebut.
"Saya butuh sedikit waktu, tapi semua jauh lebih baik hari ini. Saya senang dengan performa saya juga dengan motor baru ini," lanjut Lorenzo.

"Kami tidak punya banyak waktu untuk menggarap motor hingga awal musim nanti, jadi kami akan memaksimalkan waktu kami hingga bulan depan untuk meneruskan kinerja yang baik ini," ujar Lorenzo optimis.
(yp)

Minggu, 14 Februari 2010

Dovizioso Ingin Terlibat Dalam Pengembangan Motor

MotoGP - 
Berkaca pada kesuksesan Yamaha dan dua pembalap andalannya yang sangat menguasai balapan kelas MotoGP musim 2009-2010 membuat Andrea Dovizioso mengajukan usul untuk ikut serta dalam mengembangkan motornya.

Karena Yamaha memberikan keleluasaan kepada kedua pembalapnya untuk terlibat dalam hal settingan motor tersebut. Doviziosopun meminta agar Honda bisa menyetujui rencananya tersebut. 

“Saya bukan Rossi yang bebas mengembangkan performa motornya sendiri. Honda tidak memberi saya kuasa untuk memodifikasi motor sesuai keinginan saya,” ujar Dovi mengeluh. “Tapi saya mengerti. Permintaan saya terlalu banyak dan mustahil bagi kami untuk melakukannya kala itu. Honda mengatakan lebih baik fokus pada kerja 2010.” lanjut pembalap kebangsaan Italia tersebut.
(yp)

Sabtu, 13 Februari 2010

Spies Harus Beradaptasi Dengan Ban

MotoGP - 
Ben Spies adalah juara dunia World Superbike tahun 2009. Kini Spies bergabung meramaikan ketatnya kelas MotoGP. Spies pun langsung menargetkan posisi enam besar pada akhir kompetisi MotoGP tahun depan. Namun dengan syarat Spies bisa beradapatasi dengan ban Bridgestone dalam waktu singkat.

"Saya hanya perlu beberapa lap lagi untuk beradaptasi dengan ban baru. Saya mulai nyaman dengan tekanan ban saat balapan di Valencia lalu," jelas Spies mengenai pendapatnya tentang ban.

"Adaptasi membutuhkan waktu dan setiap kali saya menjajal setingan baru pada motor, kecepatan memang motor semakin cepat, namun saya belum puas," lanjut spies lagi.

"Mendapatkan tekanan ban yang tepat menjadi kunci sukses balapan musim ini. Saya hanya perlu mempercayai kemampuan ban ini," ujarnya yakin.

Kita lihat bagaimana aksi Spies pada balapan MotoGP tahun 2010.
(yp)

Kamis, 11 Februari 2010

Kini Stoner Lebih Siap

MotoGP - 
Setelah sempat menjalani operasi pada musim dingin dan gagal ikut dalam laga pramusin tahun lalu. Kini Cassey Stoner sangat senang dengan kondisinya saat ini. Kini Casey Stoner mengaku bisa lebih santai dan siap menghadapi balapan musim 2010-2011.

Setelah bersantai sejenak di rumahnya, pembalap asal Australia itu mengaku sudah tidak sabar kembali beraksi bersama motor terbaru Ducat.

“Saya mengakhiri musim lalu dengan baik dan tanpa mengalami masalah. Tanpa mengalami cedera atau operasi membuat saya bisa menjalani pra-musim,” jelas Cassey. 

“Mungkin itu adalah perbedaan terbesar buat saya. Saya mampu menggeber motor lebih sering dan latihan kali ini akan lebih baik ketimbang di masa lalu. Saya menatap balapan dan bersiap menghadapinya,” lanjut rider asal Australia tersebut.
(yp)

Rabu, 10 Februari 2010

Poncharal Ingin Pertahankan Edwards

MotoGP - 
Usia seorang pembalap memang menjadi faktor penting untuk berprestasi. Namun kenyataan ini tidak berlaku bagi bos Yamaha Tech3 Herve Poncharal. Herve berniat mengamankan Colin Edwards bersama Tech 3 Yamaha.

Pada akhir 2007 Edwards bergabung dengan skuad satelit. Alhasil Edwards yang sudah berusia 35 tahun selalu menempel pembalap empat besar kelas MotoGP setelah finish kelima musim 2009-2010.

Prestasi dan personalitas Edwards menarik perhatian Poncharal. Tak heran, jika Poncharal secara terbuka mengaku berharap peraih dua kali gelar juara Superbike itu akan tetap tinggal meski kariernya berakhir, satu hari nanti.

 "Saya sangat senang, Colin tetap bersama kami hingga setahun mendatang, menjadi bagian dari keluarga besar Tech 3. Semoga untuk selamanya," ujar Poncharal.

Kini, Edwards mendapat rekan baru yaitu juara dunia Word Superbike Ben Spies yang masih berusia muda. Kita lihat saja bagaimana aksi perpaduan antara Colin Edwards dan Ben Spies pada balapan musim 2010-2011.
(yp)

Selasa, 09 Februari 2010

Pedrosa Terlalu Sering Berbuat Kesalahan

MotoGP - 
Sempat diprediksi akan menjadi saingan serius Valentino Rossi, ternyata setelah musim ketiganya Pedrosa tidak juga bisa menjadi Juara dunia. Lain halnya dengan rekan satu angkatannya yaitu Cassey Stoner yang tampil brilian sejak naik tahta ke kelas MotoGP yang berhasil menjadi juara dunia. Hal ini dikarenakan Pedrosa terlalu sering berbuat kesalahan.

“Kami mampu tampil bagus di beberapa balapan, tapi penampilan saya tidak konsisten dan saya membuat dua atau tiga kesalahan. Saya memang meningkatkan penampilan pada akhir musim, namun itu jauh dari meraih kemenangan,” lanjutnya.

Prestasi terbaik Pedrosa hanya peringkat kedua di bawah Casey Stoner. Hal itu dicapai pada musim 2007. Sisanya pembalap asal Spanyol tersebut hanya mampu menempati peringkat ketiga klasemen.
“Target pada musim dingin ini adalah meningkatkan performa motor kami dan tidak membuat kesalahan. Saya harus siap untuk menghadapi balapan pertama seperti pembalap lain,” ujar Pedrosa meyakinkan. Kita lihat saja apakah musim depan Pedrosa berhasil merebut gelar Juara Dunia dari Valemtino Rossi.
(yp)

Senin, 08 Februari 2010

Cassey Stoner Pembalap Terbaik dikelasnya

MotoGP - 
Siapa yang tidak kenal dengan Valentino Rossi. Tapi Casey Stoner tetaplah pembalap MotoGP terbaik di kelasnya. Demikian komentar manajer tim BMW World Superbike, Davide Tardozzi.

Cassey Stomenjadi juara dunia pada 2007. Pada tahun 2009 Cassey diserang penyakit misterius yang membuatnya hanya berada pada posisi 4 pada klasemen akhir. “Ducati memiliki pembalap terbaik. Dia adalah Casey Stoner,” ujar Tardozzi kepada gpone.com, “Dia bahkan tidak perlu banyak-banyak melakukan laga ujicoba. Satu lap saja cukup untuk melecut lajunya.”

“Terserah orang mau menilai apa, saya tidak takut mengatakan hal ini,” tegas mantan tim manajer Ducati World Superbike.
(yp)