Tampilkan postingan dengan label Dani Pedrosa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dani Pedrosa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Mei 2010

Pedrosa Ungguli Rossi Dan Lorenzo

Jerez - Sehari setelah gagal menjuarai MotoGP Spanyol, Dani Pedrosa meraih sukses berbeda di tempat yang sama. Pembalap Honda itu menjadi yang tercepat di sesi ujicoba Sirkuit Jerez.

Pedrosa nyaris menjuarai MotoGP Barcelona, Minggu (2/5/2010) kemarin lusa. Memimpin balapan sejak start, dia kehilangan posisi terdepan saat race tinggal tersisa setengah putaran saja. Balapan akhirnya dimenangkan Jorge Lorenzo.

Kegagalan tersebut sedikit terbayar pada Selasa (4/5/2010) dinihari WIB. Dalam sesi ujicoba di Sirkuit Jerez, Pedrosa tampil sebagai yang tercepat setelah mencatat waktu satu menit 39,425 detik.

Pedrosa mengungguli Valentino Rossi yang berada di posisi dua setelah waktu terbaiknya masih lebih lambat 0,055 detik dari milik pembalap Spanyol itu. Sesi test Rossi sempat terganggu di pagi waktu setempat saat dia terjatuh dari tunggangannya. Tak ada cedera tambahan yang didapat The Doctor dari kejadian tersebut.

Di belakang Rossi ada Lorenzo yang menorehkan waktu terbaik di angka satu menit 39,506 detik. Sementara Casey Stoner cuma berada di posisi enam, kalah cepat atas Randy de Puniet dan Andrea Dovizioso yang menempati posisi empat dan lima.

Pembalap Ducati lainnya, Nicky Hayden menjadi pembalap tercepat ketujuh setelah mencatat waktu terbaik satu menit 39,906 detik. Berturut-turut di belakang rider Amerika Serikat itu untuk melengkapi 10 besar adalah adalah Ben Spies, Loris Capirossi dan Colin Edwards.

Hasil Ujicoba Jerez

Pos  Rider             Team               Time       Gap
 1.  Dani Pedrosa      Honda              1m39.425s
 2.  Valentino Rossi   Yamaha             1m39.480s  + 0.055s
 3.  Jorge Lorenzo     Yamaha             1m39.506s  + 0.081s
 4.  Randy de Puniet   LCR Honda          1m39.609s  + 0.184s
 5.  Andrea Dovizioso  Honda              1m39.760s  + 0.335s
 6.  Casey Stoner      Ducati             1m39.786s  + 0.361s
 7.  Nicky Hayden      Ducati             1m39.906s  + 0.481s
 8.  Ben Spies         Tech 3 Yamaha      1m39.958s  + 0.533s
 9.  Loris Capirossi   Suzuki             1m40.040s  + 0.615s
10.  Colin Edwards     Tech 3 Yamaha      1m40.042s  + 0.617s
11.  Marco Melandri    Gresini Honda      1m40.129s  + 0.704s
12.  Marco Simoncelli  Gresini Honda      1m40.370s  + 0.945s
13.  Mika Kallio       Pramac Ducati      1m40.446s  + 1.021s
14.  Alvaro Bautista   Suzuki             1m40.463s  + 1.038s
15.  Hiroshi Aoyama    Interwetten Honda  1m40.470s  + 1.045s
16.  Aleix Espargaro   Pramac Ducati      1m40.686s  + 1.261s
17.  Hector Barbera    Aspar Ducati       1m40.932s  + 1.507s
(yp)

Minggu, 02 Mei 2010

Lorenzo Tak Mungkin Dihentikan

Jerez - Jorge Lorenzo meraih podium teratas di MotoGP Spanyol setelah tampil luar biasa di lap-lap akhir. Laju jagoan Fiat Yamaha itu untuk meraih gelar juara diakui Dani Pedrosa tak terhentikan.

Awal balapan Lorenzo di MotoGP Barcelona sesungguhnya tak berjalan dengan baik karena dia kehilangan posisi start kedua yang didapat pada sesi kualifikasi. Pembalap Spanyol itu sempat melorot ke urutan lima.

Baru di 10 lap terakhir Lorenzo seakan dapat tenaga tambahan untuk memacu motronya dan menyusul pembalap-pembalap di depannya satu persatu. Klimaks dari semua itu tentu saja aksi menawannya saat mendahului Dani Pedrosa, yang sejak awal berhasil memimpin balapan.

Momen tersebut menjadi sangat peting karena terjadi saat race tinggal menyisakan setengah putaran saja. Mampu mempertahankan posisi terdepan, Lorenzo akhirnya menjadi jawaran di Jerez.

Terkait persaingannya dengan Lorenzo di lap-lap akhir, Pedrosa juga sudah merasakan ancaman dari rekan senegaranya itu beberapa lap sebelumnya. Dengan kecepatan yang dimiliki, Lorenzo disebut Pedrosa mustahil dihentikan.

"Di 10 lap terakhir saya melihat Lorenzo mendekat dengan lima per sepuluh (detik) lebih cepat dari (Valentino) Rossi dan saya. Saat itu saya berpikir 'hmm, ini akan ketat...'" lanjut Pedrosa.

"Pada akhirnya dia terlalu kuat. Saya mencoba menahannya di belakang tapi itu tak mungkin," pungkas Pedrosa seperti dikutip dari Autosports.
(yp)

Pedrosa Tak Yakin Menang

Jerez - Balapan tinggal tersisa setengah lap saat Dani Pedrosa kehilangan posisi terdepan akibat disalip Jorge Lorenzo. Diakui pembalap Honda itu, sejak awal dia memang pesimistis bisa menang.

Meraih pole position di sesi kualifikasi, Pedrosa dijagokan bakal bisa menang di MotoGP Spanyol. Apalagi di Sirkuit Jerez dia punya rekor bagus karena selalu naik podium dalam lima musim terakhir, dengan dua di antaranya menjadi juara.

Tanda-tanda Pedrosa bakal duduk di posisi teratas awalnya terlihat karena dia tak terkejar di posisi terdepan. Namun penampilan luar biasa Jorge Lorenzo di beberapa lap terakhir, yang berpuncak pada aksi overtaking di putaran terakhir, membuat Pedrosa harus puas dengan podium dua.

Ternyata sejak awal balapan Pedrosa tak terlalu berharap dirinya bisa keluar sebagai pemenang. Itu didasari pada kondisi motornya yang kurang punya daya saing dengan tim lain.

"Yang pertama, saya sendiri bahkan tidak memikirkan untuk bisa memimpin di sepanjang balapan. Saya gugup sebelumnya karena saya tak tahu saya bisa benar-benar bertahan di sana," ungkap Pedrosa usai balapan seperti dikutip Autosport.

"Kemarin saya menjalani lap dengan bagus di kualifikasi, tapi saya tahu kalau ritmenya akan sulit buat kami. Saya terkejut bisa berada di depan," lanjut pembalap asal Spanyol berusia 24 tahun itu.

Meski tak yakin bisa menang sejak awal, gagal juara tetap menimbulkan kekecewaan buat Pedrosa. Namun karena hasil balapan MotoGP Spanyol lebih baik dibanding MotoGP Qatar, dia tetap antusias dengan posisi dua yang akhirnya didapat.

"Okay, posisi kedua dan kehilangan status pemimpin balapan di setengah lap terakhir bukan hasil terbaik. Tapi tentu saja dibanding di Qatar ini adalah hasil yang hebat," pungkas rider yang di seri pembuka itu 'cuma' bisa finis di posisi tujuh.
(yp)
Jerez - Balapan tinggal tersisa setengah lap saat Dani Pedrosa kehilangan posisi terdepan akibat disalip Jorge Lorenzo. Diakui pembalap Honda itu, sejak awal dia memang pesimistis bisa menang.

Meraih pole position di sesi kualifikasi, Pedrosa dijagokan bakal bisa menang di MotoGP Spanyol. Apalagi di Sirkuit Jerez dia punya rekor bagus karena selalu naik podium dalam lima musim terakhir, dengan dua di antaranya menjadi juara.

Tanda-tanda Pedrosa bakal duduk di posisi teratas awalnya terlihat karena dia tak terkejar di posisi terdepan. Namun penampilan luar biasa Jorge Lorenzo di beberapa lap terakhir, yang berpuncak pada aksi overtaking di putaran terakhir, membuat Pedrosa harus puas dengan podium dua.

Ternyata sejak awal balapan Pedrosa tak terlalu berharap dirinya bisa keluar sebagai pemenang. Itu didasari pada kondisi motornya yang kurang punya daya saing dengan tim lain.

"Yang pertama, saya sendiri bahkan tidak memikirkan untuk bisa memimpin di sepanjang balapan. Saya gugup sebelumnya karena saya tak tahu saya bisa benar-benar bertahan di sana," ungkap Pedrosa usai balapan seperti dikutip Autosport.

"Kemarin saya menjalani lap dengan bagus di kualifikasi, tapi saya tahu kalau ritmenya akan sulit buat kami. Saya terkejut bisa berada di depan," lanjut pembalap asal Spanyol berusia 24 tahun itu.

Meski tak yakin bisa menang sejak awal, gagal juara tetap menimbulkan kekecewaan buat Pedrosa. Namun karena hasil balapan MotoGP Spanyol lebih baik dibanding MotoGP Qatar, dia tetap antusias dengan posisi dua yang akhirnya didapat.

"Okay, posisi kedua dan kehilangan status pemimpin balapan di setengah lap terakhir bukan hasil terbaik. Tapi tentu saja dibanding di Qatar ini adalah hasil yang hebat," pungkas rider yang di seri pembuka itu 'cuma' bisa finis di posisi tujuh.

Rabu, 07 April 2010

Pedrosa Optimis Dimusim 2010-2011

MotoGP - 
Dani Pedrosa sangat ingin meraih gelar juara dunia pertamanya sejak naik kelas ke MotoGP. Musim ini impian itu akan diawali dari seri pertama, Qatar.

Pedrosa memang terlihat kurang maksimal selama sesi ujicoba, hal ini berbeda dengan lawannya di "The Big Four".

“Ini merupakan seri pembuka di musim ini, dan akhir pekan ini kami akan datang ke Qatar untuk memberikan yang terbaik untuk bisa mencatat hasil maksimal di awal musim,” ujar rider berkebangsaan Spanyol tersebut.

“Di balapan nanti, kami tak boleh gugup dan terlalu banyak berharap, karena itu hanya akan menjadi kerugian buat kami,” lanjut Pedrosa.

“Saya mengawali musim ini tanpa mengalami masalah fisik. Ini berarti, situasinya lebih baik dari dahulu, jadi, kami akan bekerja keras untuk mendapat hasil terbaik di Qatar. Saya juga percaya penuh dengan seluruh tim dan diri sendiri. Jadi, saya sangat positif menyambut akhir pekan ini,” ujar Pedrosa.
(yp)

Selasa, 09 Februari 2010

Pedrosa Terlalu Sering Berbuat Kesalahan

MotoGP - 
Sempat diprediksi akan menjadi saingan serius Valentino Rossi, ternyata setelah musim ketiganya Pedrosa tidak juga bisa menjadi Juara dunia. Lain halnya dengan rekan satu angkatannya yaitu Cassey Stoner yang tampil brilian sejak naik tahta ke kelas MotoGP yang berhasil menjadi juara dunia. Hal ini dikarenakan Pedrosa terlalu sering berbuat kesalahan.

“Kami mampu tampil bagus di beberapa balapan, tapi penampilan saya tidak konsisten dan saya membuat dua atau tiga kesalahan. Saya memang meningkatkan penampilan pada akhir musim, namun itu jauh dari meraih kemenangan,” lanjutnya.

Prestasi terbaik Pedrosa hanya peringkat kedua di bawah Casey Stoner. Hal itu dicapai pada musim 2007. Sisanya pembalap asal Spanyol tersebut hanya mampu menempati peringkat ketiga klasemen.
“Target pada musim dingin ini adalah meningkatkan performa motor kami dan tidak membuat kesalahan. Saya harus siap untuk menghadapi balapan pertama seperti pembalap lain,” ujar Pedrosa meyakinkan. Kita lihat saja apakah musim depan Pedrosa berhasil merebut gelar Juara Dunia dari Valemtino Rossi.
(yp)

Jumat, 25 Desember 2009

Operasi Pedrosa Sukses

MotoGP - 
Pembalap Repsol HONDA, Dani Pedrosa menjalani operasi pada hari Rabu untuk Melepaskan sebuah sekrup dari tangan kirinya, yang sempat disisipkan untuk membantu kesembuhannya saat musim balapan 2009 yang lalu.

"permasalahan pada ekstensor tendon juga sudah tidak lagi mengganggu Pedrosa, Hal ini memungkinkan Rider Spanyol tersebut untuk meningkatkan mobilitas pergelangan.

tangan kirinya.Kepala Unit Bedah Tangan dari Departemen Orthopaedics USP Institut Universitari Dexeus, Dokter Xavier Mir, sebagai kepala operasi yang menangani Dani Pedrosa menjelaskan bahwa kini Dani Pedrosa sudah bisa Kembali memaksimalkan kekuatan tangan kirinya.

Pedrosa keluar dari rumah sakit pada hari Kamis, dan menurut Dokter Mir, Pedrosa sudah bisa sepenuhnya pulih dalam dua minggu kedepan.

(yp)