Tampilkan postingan dengan label Repsol Honda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Repsol Honda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Juni 2010

Rumor Beredar, Konsentrasi Honda Tak Buyar

London - Menjelang pertengahan musim balapan, rumor perpindahan pembalap beredar semakin kencang. Namun hal ini tidak membuat para pembalap Honda terganggu.

Silly season untuk MotoGP musim ini berlangsung cukup riuh. Pasalnya kontrak empat pembalap papan atas yakni Valentino
Rossi, Jorge Lorenzo, Casey Stoner, dan Dani Pedrosa bakal segera berakhir.

Kabar yang beredar Stoner sudah memutuskan hijrah ke Honda. Sementara itu Honda berniat untuk "mengincar" Rossi dan Stoner. Ada pun Yamaha berniat mempertahankan duet Rossi-Lorenzo. Sedangkan Lorenzo sendiri diberitakan masuk jadi bagian rencana Ducati musim depan.

Meski sejumlah kabar, rumor, dan isu tersebut beredar secara luas, namun pihak HRC memastikan bahwa kondisi ini tak mengganggu konsentrasi dua pembalapnya, Pedrosa dan Andrea Dovizioso

"Mereka tahu bahwa dalam olahraga ini, mereka dikontrak hanya per tahun. Jadi saya menilai mereka tidak akan terpengaruh," ujar Livio Suppo yang bertugas sebagai negosiator untuk pembalap Honda.

"Mereka paham bahwa jalan agar mereka tetap aman di sini adalah dengan bukti (hasil positif). Ya mungkin keadaan ini merupakan bagian buruk dari kenyataan yang mereka alami. Tetapi keduanya sudah bekerja dengan sangat baik sejauh ini," tandas Suppo di Motorcyclenews.

Saat ini baik Pedrosa mau pun Dovizioso menghuni posisi ketiga dan keempat klasemen sementara. Dengan balapan masih menyisakan 15 seri lagi, maka posisi Dovi dan Dani boleh dikatakan cukup mendukung dalam rangka perebutan mahkota juara dunia.
(yp)

Rabu, 26 Mei 2010

Honda Ingin Rossi-Stoner

MotoGP - Sudah tiga musim berturut-turut Honda gagal menempatkan ridernya sebagai juara MotoGP. Salah satu rencana untuk mengakhiri puasa gelar adalah menyatukan dua rider yang merajai tiga musim terakhir.

2006 adalah kali terakhir pembalap Honda menjadi yang terbaik di MotoGP. Adalah pembalap Amerika Serikat Nicky Hayden yang sukses menjuarai kompetisi ketika itu.

Setelahnya Honda harus menyaksikan Ducati dan Yamaha meraih mahkota juara. Di tahun 2007 gelar terbaik menjadi milik pembalap Ducati Casey Stoner. Sementara itu di tahun 2008 dan 2009 tahta menjadi milik rider Yamaha Valentino Rossi.

Sementara itu Honda di tahun 2007 harus puas menduduki posisi kedua. Sedangkan di musim 2008 dan 2009 di tempat ketiga.

Bisa jadi karena sudah gerah karena cukup lama tak meraih hasil terbaik, pabrikan yang bermarkas di Tokyo itu berencana melakukan sejumlah perbaikan. Di antaranya adalah dalam formasi pembalap.

Wakil presiden Honda Racing Team, Shuei Nakamoto mengatakan bahwa timnya "naksir" pada dua rider yang menjadi raja di tiga musim terakhir yakni Casey Stoner dan Valentino Rossi.

"Karena Honda tidak termasuk dalam podium, maka kami ingin menang. Kami sudah bertanya dengan Colin Stoner (ayah sekaligus manajer Casey Stoner) apakah mereka bersedia bergabung dengan kami," ujar Nakamoto di Autosport.

"Kami memang belum membuat program untuk musim depan. Mungkin kami akan melakukannya pada bulan Juli. Namun kontrak empat pembalap teratas bakal segera berakhir di tengah musim ini, jadi normal bila kami tertarik kepada mereka, termasuk Valentino (Rossi) juga," tutupnya.
(yp)

Sabtu, 26 Desember 2009

Honda Dilanda Dilema

MotoGP - 
Sepertinya Honda mengalami dilema menjelang dimulainya musim balapan 2010-2011. Pasalnya Honda tidak akan menambahkan anggaran yang sangat diperlukan untuk melakukan pengembangan motor Honda untuk bersaing dengan pabrikan lainnya. Karena, untuk membuat motor yang kompetitif dibutuhkan dana yang besar. 

Situasi ini sebenarnya sangat disayangkan, karena dalam kubu tim Repsol ada seorang pembalap yang berpeluang menjadi juara dunia MotoGP selanjutnya, siapalagi kalau bukan Dani Pedrosa. Sayangnya Pabrikan asal Jepang tersebut tetap tidak bisa menambah anggaran dana untuk musim 2010-2011.


"Bahkan meskipun kami memiliki dana yang sama besarnya dengan anggaran belanja pemerintah Amerika Serikat pun, itu masih belum cukup," ujar bos HRC Shuhei Nakamoto dalam Motorcycle News. "Tidak ada tambahan anggaran dari Honda. Mungkin anggaran yang dikucurkan sama dengan musim ini. Dengan jumlah tersebut, kami mengalami kesulitan dalam mengembangkan motor," jelas Nakamoto lebih lanjut.
(yp)