Selasa, 01 Juni 2010

Lorenzo Siap Bersaing Lagi dengan Rossi

Milan - Mugello merupakan home race dari Valentino Rossi. Namun di akhir pekan ini Jorge Lorenzo menyatakan siap untuk meraih podium dan kembali bersaing dengan rekan setimnya di Yamaha itu.

Lorenzo sukses mendominasi di tiga seri awal musim ini, dengan selalu naik podium. Ia memenangi dua balapan dan memimpin sembilan poin dari Rossi yang menjadi juara di seri pembuka di Qatar.

Akhir pekan ini para pembalap akan menuju ke Italia yang menjadi kandang Rossi. Musim lalu pembalap Ducati Casey Stoner yang menjadi juara, namun tujuh musim sebelumnya berturut-turut Rossi adalah raja di Mugello.

"Saya memiliki awal yang baik di musim ini dan sekali lagi tekad kami adalah bisa meraih hasil yang baik sejak hari pertama dan mendapatkan podium," ungkap Lorenzo seperrti dilansir Crash.

Lorenzo pun mengaku sudak tak sabar untuk mengulangi keberhasilannya musim lalu, di mana dia berhasil mengalahkan Rossi. "Tahun lalu Mugello adalah salah satu balapan yang terbaik saya," ujarnya.

"Saya sempat mengalami kecelakaan saat pemanasan, namun dalam hal lain saya hampir tampil sempurna dan saya senang bisa mendapatkan podium. Sesi dan balapan ini sangat luar biasa," sambungnya.
(yp)

Rossi Ingin Kembali Terbaik di Mugello

Mugello - Valentino Rossi tak sabar untuk tampil di depan para tifosinya di Mugello. Pembalap Yamaha ini sedang bekerja keras guna mendapatkan kembali performa terbaiknya saat tampil di MotoGP Italia akhir pekan ini.

Finis di posisi ketiga dan kedua di dua balapan terakhir
bukanlah suatu performa yang buruk. Namun Rossi mendapatkan perlawanan ketat dari rekan setimnya di Yamaha Jorge Lorenzo yang kini memimpin sembilan poin di puncak klasemen.

Performa Rossi memang sempat terganggu dengan cedera pada bahunya, dan dia juga belum puas dengan settingan motor. Meski demikian ribuan para fans Rossi di Mugello tentu saja tidak mau mendengar alasan dari rider Italia ini.

Rossi pun berharap bahunya sudah benar-benar pulih sehingga dapat memuaskan fans di home racenya. "Setelah beristirahat saya sangat berharap bahu saya sudah pulih benar," ungkap pembalap Yamaha ini seperti dilansir Crash.  

"Saya akan kembali dengan kekuatan penuh di Mugello. Kami mendapatkan beberapa masalah di Le Mans jadi akan berkerja keras sejak sesi pertama memastikan kami dapat kembali ke performa terbaik kami," tegas Rossi.

Namun, yang pasti The Doctor selalu merindukan tampil di depan para tifosinya di Mugello. "Mugello adalah tempat yang luar biasa untuk memacu motor, tak ada tempat lain seperti itu di dunia dengan semua tifosi di sekitar bukit," ujarnya.

"Ketika Anda keluar untuk melakukan lap pertama suaranya sangat menakjubkan. Saya selalu tidak sabar untuk tampil balapan di sana dan kami saya berhaap kami dalam kondisi yang baik di akhir pekan ini," harap Rossi.
(yp)

Phillip Island Gelar MotoGP hingga 2016

Melbourne - Phillip Island akan terus menggelar MotoGP Australia hingga musim 2016. Hal tersebut menyusul terjadinya kesepakatan baru dengan pemegang hak MotoGP Dorna. 
 
Sirkuit Phillip Island ini menggelar ajang balapan MotoGP
sejak 1997. Kini mereka akan tetap melanjutkan lomba balap motor ini untuk jangka panjang yaitu 2016, dan masih memiliki opsi untuk melanjutkannya hingga 2026.

"Kami sangat senang untuk melanjutkan kerjasama jangka panjang dengan grand prix Australia dan juga sirkuit Phillip Island," ungkap Ketua Dorna Carmelo Ezpeleta seperti dilansir Auto Sport.

"Organisasi grand prix telah menunjukkan kemajuan dari tahun ke tahun. Ini merupakan sebuah kehormatan dapat melanjutkan pekerjaan dengan orang profesional seperti mereka hingga 2016," lanjut Ezpeleta.

Sementara Menteri Pariwisata dan Perairan Negara Bagian Victoria, Tim Holding menyambut kesepakatan itu. "Masyarakat Victoria sangat menyukai sport dan mempertahankan MotoGP Australia menegaskan status Melbourne sebagai ibukota olahraga dunia, "katanya.
(yp)

Prediksi Rossi buat Ben Spies

Milan - Ben Spies rupanya menjadi perhatian Valentino Rossi. Pembalap Yamaha ini mengatakan bahwa kurangnya pengetahuan di trek akan menjadi tantangan terberat rookie asal Amerika Serikat ini.

Spies gagal finis di dua seri terakhir yaitu di jerez dan Le Mans. Namun ia sudah harus melewati enam trek lagi yang belum pernah dijajali sebelumnya, termasuk di seri berikutnya di Mugello.

Rossi pun mengungkapkan bahwa si rider Monster Yamaha Tech 3 akan mengalami kesulitan karena kurangnya pengalaman tersebut. “Saya pikir Ben mengalami kesulitan di tahun ini," ungkapnya seperti dilansir MCN.

"Dia harus belajar MotoGP dan juga Bridgestone. Namun sangat, sangat sering terkadang kami lupa, dia harus belajar mengenai trek dan ini selalu menjadi masalah besar bagi pembalap superbike," kata Rossi.

"Di masa lalu Anda melihat banyak rider superbike cukup cepat di trek yang dia tahu tapi jadi bencana di trek yang tidak dikenalnya. Saya pikir Ben harus pintar dan memahami trek, juga untuk masa depannya di MotoGP," saran pembalap Italia ini.
(yp)

Rumor Beredar, Konsentrasi Honda Tak Buyar

London - Menjelang pertengahan musim balapan, rumor perpindahan pembalap beredar semakin kencang. Namun hal ini tidak membuat para pembalap Honda terganggu.

Silly season untuk MotoGP musim ini berlangsung cukup riuh. Pasalnya kontrak empat pembalap papan atas yakni Valentino
Rossi, Jorge Lorenzo, Casey Stoner, dan Dani Pedrosa bakal segera berakhir.

Kabar yang beredar Stoner sudah memutuskan hijrah ke Honda. Sementara itu Honda berniat untuk "mengincar" Rossi dan Stoner. Ada pun Yamaha berniat mempertahankan duet Rossi-Lorenzo. Sedangkan Lorenzo sendiri diberitakan masuk jadi bagian rencana Ducati musim depan.

Meski sejumlah kabar, rumor, dan isu tersebut beredar secara luas, namun pihak HRC memastikan bahwa kondisi ini tak mengganggu konsentrasi dua pembalapnya, Pedrosa dan Andrea Dovizioso

"Mereka tahu bahwa dalam olahraga ini, mereka dikontrak hanya per tahun. Jadi saya menilai mereka tidak akan terpengaruh," ujar Livio Suppo yang bertugas sebagai negosiator untuk pembalap Honda.

"Mereka paham bahwa jalan agar mereka tetap aman di sini adalah dengan bukti (hasil positif). Ya mungkin keadaan ini merupakan bagian buruk dari kenyataan yang mereka alami. Tetapi keduanya sudah bekerja dengan sangat baik sejauh ini," tandas Suppo di Motorcyclenews.

Saat ini baik Pedrosa mau pun Dovizioso menghuni posisi ketiga dan keempat klasemen sementara. Dengan balapan masih menyisakan 15 seri lagi, maka posisi Dovi dan Dani boleh dikatakan cukup mendukung dalam rangka perebutan mahkota juara dunia.
(yp)

Stoner Pergi, Ducati Incar Lorenzo

Motogp - Ducati menyiapkan langkah antisipasi jika memang Casey Stoner benar-benar meninggalkan tim Italia tersebut. Jorge Lorenzo akan didatangkan guna menggantikan Stoner.

Seperti diberitakan sebelumnya, Stoner dikabarkan sudah memutuskan hengkang dari Ducati dan memperkuat Honda mulai musim depan.

"Wajar bila Honda sudah berbicara dengan Casey. Honda adalah salah satu pabrikan utama di dunia dan kami tidak terkejut bahwa banyak pembalap tertarik bergabung dengan mereka," tandas bos Ducati Filippo Preziosi.

Memang belum ada pernyataan resmi apa pun sejauh ini, namun Ducati sudah menyiapkan rencana andai juara dunia 2007 itu benar-benar hengkang.

Bila sebelumnya Ducati disebut-sebut bakal mendatangkan Italiano Valentino Rossi, maka rencana itu sedikit berubah. Adalah rekan satu tim Rossi, Jorge Lorenzo yang bakal didatangkan.

"Saat ini tampaknya Valentino tidak ada kans untuk kami boyong dan kemungkinannya ada pada Jorge," kata Preziosi seperti dikutip dari Motorcyclenews.

Apa alasan Ducati mengganti "sasaran"? "Jujur, saya sudah mengetahui bahwa Valentino sudah mengatakan keinginannya untuk tetap bersama Yamaha dan Yamaha ingin mempertahankan Valentino. Jadi saya tidak melihat ada kans bahwa Valentino bakal pergi dari Yamaha," lanjut Preziosi.

Meski begitu rencana utama Ducati adalah tetap mempertahankan Stoner. "Kami melakukan yang terbaik untuk membuat Stoner tetap gembira bersama tim ini. Kami ingin dia senang dengan tim, motor, dan juga suasana kerja di sini."

"Namun saya yakin apa pun keputusan nantinya, tidak akan menjadi masalah. Saya punya hubungan yang sangat baik dengan Casey," tuntas Preziosi.
(yp)

Rabu, 26 Mei 2010

Stoner Putuskan Tinggalkan Ducati

MotoGP - Tahun 2010 bisa menjadi musim terakhir Casey Stoner membela Ducati. Pembalap Australia itu dikabarkan sudah memutuskan hengkang, dengan Honda yang jadi tujuan berikutnya.

Keinginan Honda mendapatkan Stoner sudah terdengar sejak beberapa waktu lalu. Pabrikan asal Jepang itu berniat mempekerjakan Stoner demi menyudahi puasa kemenangan yang sudah berlangsung selama tiga musim terakhir.

Kepergian juara dunia 2007 itu sepertinya akan benar-benar terjadi. Seorang sumber Ducati, seperti dikutip dari Crash, menyebut kalau rider Australia itu sudah mencapai kesepakatan verbal dengan Honda untuk membela tim tersebut musim depan.

"Terkait kepindahan Casey ke Honda tahun depan, saya pikir deal-nya sudah terjadi. Saya tak punya informasi tertulis dan saya tak mau direkam, tapi itu hanya perasaan khawatir. Saya pikir dia sudah memutuskan untuk pergi," sahut sumber Ducati yang disebutkan punya posisi tinggi tersebut.

Salah satu alasan yang mendorong Stoner pindah ke Honda adalah keberadaan mantan tim manajer Ducati, Livio Suppo. Saat jadi juara dunia tiga tahun lalu, Suppo adalah pendamping Stoner di Ducati, sebelum menyeberang tahun 2009 lalu.

Bursa formasi tim musim depan pun dipastikan banyak mengalami perubahan jika Stoner benar-benar pindah. Crash menyebut kalau salah satu dari Valentino Rossi atau Jorge Lorenzo akhirnya akan mengisi tempat Stoner di Ducati, mengingat kedua pembalap tersebut sudah lama diincar Ducati.
(yp)

Yamaha Pimpin Persaingan

MotoGP - Dari tiga seri balapan yang sudah berlansgung sejauh ini, duo Yamaha Valentino Rossi-Jorge Lorenzo memimpin persaingan. Hal ini membuat The Doctor terkejut.

Baik di Qatar, Spanyol, dan Prancis Rossi dan Lorenzo selalu naik podium. Bahkan di Qatar dan Prancis duo Yamaha berhasil finis 1-2.

Kondisi ini membuat duet Italia dan Spanyol tersebut memimpin persaingan. Lorenzo ada di puncak dengan poin 70, sementara Rossi di tempat kedua dengan nilai 61.

Selisih angka antara duo Yamaha itu dengan rider lain cukup jauh. Rossi berjarak 19 angka dari peringkat ketiga klasemen sementara yaitu Andrea Dovizioso.

"Hal yang di luar ekspektasi saya adalah bertarung hanya dengan Jorge. Setelah musim dingin tahun lalu, saya semula berharap Casey Stoner dan juga Dani Pedrosa --terutama Stoner-- bakal memberikan perlawanan ketat. Tapi sekarang situasinya seperti duel antar pembalap Yamaha," kata Rossi seperti diberitakan Crash.net.

Pedrosa sendiri saat ini masih berada di tempat keempat klasemen sementara. Situasi lebih buruk dialami Stoner yang tercecer di papan bawah.

Soal persaingan duo Yamaha ini, Lorenzo juga punya pendapat. "Saya menilai saat ini Valentino dan saya memiliki konsistensi di mana pembalap lain tak mempunyainya," kata pembalap bernomor 99 itu.
(yp)

Yamaha Pertahankan Rossi-Lorenzo


MotoGP - Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo memang bersaing. Meski begitu, Yamaha berniat untuk mempertahankan rider Italia dan Spanyol itu untuk musim depan.

Kontrak Rossi dan Lorenzo, bersama Dani Pedrosa dan Casey Stoner berakhir pada pertengahan musim ini. Itu berarti tim-tim tempat keempat rider tersebut bernaung juga harus mulai berpikir sejak saat ini, mempertahankan atau melepas para pembalap tersebut.

"Saya tidak suka pembicaraan soal perpindahan pembalap dilakukan terlalu dini, di awal musim. Meski begitu kami harus menerima karena situasinya memang seperti ini," ujar chief tim Yamaha Lin Jarvis kepada La Gazzetta dello Sport, seperti dilansir dari Autosport.

Jarvis menerangkan bahwa prioritas utama Yamaha adalah mempertahankan Rossi dan Lorenzo. "Itu adalah program kami. Apakah keberadaan mereka berdua memakan biaya terlalu besar? Menurut saya hal tersebut tidak hanya soal uang semata."

"Kami bisa memberikan mereka gaji yang layak, ditambah lagi dengan situasi teknis dan motor yang sangat menarik."

Lalu kapan Yamaha bakal menentukan sikap? "Kami terus berbicara dengan kedua pembalap itu dan kami berharap bisa menentukan tim untuk musim 2011 pada tengah musim ini. Soal waktu, kami berharap bisa selesai di sekitar seri di Laguna Seca, sehingga setelah itu kami bisa fokus di paruh kedua kompetisi," tuntas Jarvis.

Ada pun MotoGP AS (di Laguna Seca) digelar pada 25 Juli 2010.
(yp)

Honda Ingin Rossi-Stoner

MotoGP - Sudah tiga musim berturut-turut Honda gagal menempatkan ridernya sebagai juara MotoGP. Salah satu rencana untuk mengakhiri puasa gelar adalah menyatukan dua rider yang merajai tiga musim terakhir.

2006 adalah kali terakhir pembalap Honda menjadi yang terbaik di MotoGP. Adalah pembalap Amerika Serikat Nicky Hayden yang sukses menjuarai kompetisi ketika itu.

Setelahnya Honda harus menyaksikan Ducati dan Yamaha meraih mahkota juara. Di tahun 2007 gelar terbaik menjadi milik pembalap Ducati Casey Stoner. Sementara itu di tahun 2008 dan 2009 tahta menjadi milik rider Yamaha Valentino Rossi.

Sementara itu Honda di tahun 2007 harus puas menduduki posisi kedua. Sedangkan di musim 2008 dan 2009 di tempat ketiga.

Bisa jadi karena sudah gerah karena cukup lama tak meraih hasil terbaik, pabrikan yang bermarkas di Tokyo itu berencana melakukan sejumlah perbaikan. Di antaranya adalah dalam formasi pembalap.

Wakil presiden Honda Racing Team, Shuei Nakamoto mengatakan bahwa timnya "naksir" pada dua rider yang menjadi raja di tiga musim terakhir yakni Casey Stoner dan Valentino Rossi.

"Karena Honda tidak termasuk dalam podium, maka kami ingin menang. Kami sudah bertanya dengan Colin Stoner (ayah sekaligus manajer Casey Stoner) apakah mereka bersedia bergabung dengan kami," ujar Nakamoto di Autosport.

"Kami memang belum membuat program untuk musim depan. Mungkin kami akan melakukannya pada bulan Juli. Namun kontrak empat pembalap teratas bakal segera berakhir di tengah musim ini, jadi normal bila kami tertarik kepada mereka, termasuk Valentino (Rossi) juga," tutupnya.
(yp)

Lorenzo Salah Prediksi

Le Mans - Jorge Lorenzo memenangi duel dengan Valentino Rossi untuk menjuarai MotoGP Prancis. Meski menargetkan podium teratas, dia tak menyangka kalau kemenangan  yang didapat lebih mudah dari yang dibayangkan.

Berada di belakang Valentino Rossi saat balapan dimulai, Lorenzo sempat terlibat pertarungan ketat dengan rekan setimnya itu. Tanda-tanda kemenangan rider 23 tahun itu mulai terlihat di lap 11, saat dia mulai menjaga jarak aman dengan The Doctor.

Dalam konferensi pers usai balapan, pembalap Spanyol itu menyebut kalau kemenangan yang dia dapat sebagai hasil dari penampilannya yang jauh lebih tenang. Kini, secara keseluruhan dia menganggap kalau balapan di Sirkuit Le Mans, Minggu (23/5/2010) kemarin, berjalan lebih mudah dari yang dia prediksi sebelumnya.

"Ya, itu lebih mudah dari yang saya pkirkan sebelumnya," sahut Lorenzo dalam wawancaranya dengan AS.

"Saya selalu berusaha tampil hingga batas kemampuan, tapi kadang Anda superior atas pembalap lain dan tidak dengan pembalap lain. Kali ini saya tampil dengan baik dan performa saya terus membaik seiring kondisi ban," lanjut pemuncak klasemen sementara itu.

Usai menyentuh garis finis, Lorenzo kembali melakukan selebrasi kemenangan dengan cara yang unik. Dia duduk di atas kursi tepat di depan layar dalam ukuran besar sambil memakan pop korn. Apakah itu ada kaitannya dengan kemenangan yang diakunya mudah tersebut?

"Saya tak pernah melihat langsung apa yang disaksikan penonton terkait apa yang saya rasakan, kali ini saya bisa merayakannya sekaligus melihat secara live (di televisi). Saya sudah melihatnya (layar) sejak Kamis saat kami berjalan kaki melintasi sirkuit, di situlah saya melihat sesuatu yang potensial," tutup runner up musim lalu itu.
(yp)

Stoner Dapat Saran Dari Lorenzo

Le Mans - Yang satu keluar sebagai pemenang, sementara yang lainnya tak bisa menyelesaikan balapan lantaran terjatuh. Jorge Lorenzo, si pemenang, pun memberikan saran kepada Casey Stoner yang gagal finis.

Pada balapan MotoGP Prancis yang dihelat di Sirkuit Le Mans, Minggu (23/5/2010), Lorenzo tampil sebagai juara meski di awal-awal balapan terlibat pertarungan ketat dengan Valentino Rossi. Pembalap asal Spanyol itu pun kini memimpin klasemen sementara balapan dengan koleksi nilai 70--unggul 11 poin atas Rossi.

Sementara Stoner, hanya beredar di trek kurang dari tiga lap. Ia terjatuh dalam posisi yang sebenarnya tanpa tekanan--dan langsung KO. Ini adalah kali kedua pembalap Ducati tersebut tak mendapatkan poin. Sebelumnya, ia gagal meraih poin pada balapan di Qatar.

Lorenzo mengakui bahwa Stoner memang cepat, namun kurang berhati-hati sehingga akhirnya crash. Lorenzo pun memberikan saran kepada pembalap asal Australia itu.

"Saya pikir, di kompetisi ini yang paling penting adalah tidak terjatuh, dan finis di semua balapan," ujar Lorenzo di Autosport.

"Casey sangat cepat, sangat agresif, tapi dia sudah dua kali terjatuh dalam tiga balapan. Tentu saja dia butuh memenangi banyak balapan untuk mengembalikan poin."

"Saya pikir, untuk saat ini saya dan Valentino sudah aman dalam hal tersebut (raihan poin)," tukasnya.
(yp)

Selasa, 25 Mei 2010

Kecelakaan Bikin Stoner Kecewa

Le Mans - Casey Stoner merasa putus asa atas kecelakaan yang merusak awal musimnya tersebut. Apalagi posisi pembalap Ducati ini semakin terpuruk di klasemen setelah melewati tiga balapan.

Stoner sudah terjatuh saat lap kedua MotoGP Prancis ketika sedang berada di posisi keempat. Sedangkan kecelakaan tersebut membuatnya harus terhenti dan ini adalah kedua kalinya pembalap Australia ini mengalami kecelakaan.

Pembalap Ducati ini juga mengalami kecelakaan yang sama saat balapan perdana di Qatar. Tentu saja imbasnya pembalap Ducati ini harus berada di peringkat ke-14 dengan selisih 59 poin dari pimpinan klasemen Jorge Lorenzo.

"Saya sangat kecewa karena motor telah cukup baik sepanjang pekan ini. Saya sempat mendorong ke depan yang saya inginkan. Namun tanpa alasan saat balapan telah tiba saya seperti merosot," ungkap Stoner seperti dilansir Auto Sport.

"Ini merupakan sesuatu yang kami dapatkan berada di bawah dan kami perlu melakukan itu secepat mungkin karena tidak bagus untuk di awal musim dengan hanya sekali finis dari tiga balapan," tukasnya.

Yang pasti, Stoner merasa ada beberapa hal yang dibenahi meski dia tidak merasa perlu mengubah cara membalapnya. "Jujur saja saya tidak begitu yakin saat ini. Kita perlu duduk dan mengerjakan apa yang terbaik untuk balapan berikutnya."

Sedangkan bos tim Vittoriano Guareschi mengakui bahwa kecelakaan yang dialami oleh Stoner merupakan pukulan besar bagi Ducati. Meski pun pembalap kedua mereka, Nicky Hayden berada di posisi keempat dalam balapan tersebut.

"Saya sangat kecewa untuk Casey dan juga bagi tim karena ini jelas merupakan kekecewaan besar bagi kami semua," ungkap Guareschi.
(yp)

Rossi Keluhkan Setingan Motor

Le Mans - Valentino Rossi gagal memenangi MotoGP Le Mans usai finis di belakang Jorge Lorenzo yang menjadi juara. Pembalap Fiat Yamaha ini mengaku kegagalan tersebut disebabkan karena setingan motornya.

Mengawali balapan dari pole position, Rossi bertarung sedari awal dengan Lorenzo nyaris di sepanjang balapan. Meskipun sempat memimpin hingga lap ke-11, Lorenzo yang terus menyerang akhirnya tidak mampu diredam oleh Rossi.

Lorenzo semakin cepat dan hingga tiga lap berikutnya Rossi sudah terpaut jarak tiga detik dari rekan satu timnya itu. Sejak itu Loreno sulit untuk dikejar dan akhirnya tampil sebagai yang pertama menyentuh garis finis.

Cedera yang dialami Rossi memang cukup mempengaruhi performanya di balapan ini. Namun, The Doctor menegaskan bahwa problem utamanya terletak pada setingan motornya.

"Saya cukup khawatir dengan bahu saya, tapi ini (sakitnya) tidak terlalu buruk hanya tujuh atau delapan lap dan balapan tetap bisa diselesaikan," papar Rossi kepada Autosport.

"Masalah yang lebih besar adalah soal setingan. Kami tidak memiliki cukup pegangan di bawah akselerasi untuk bisa menyaingi Jorge. Jadi kami harus memahami mengapa dan membuatnya jadi lebih baik."

"Saya memulai start dari posisi yang hebat dan saya mencoba untuk bertahan di depan karena saya tahu dari motor terlihat kami tidak memiliki kecepatan yang sama. Jadi tidak mungkin saya bisa terus-terusan di depan selama 28 lap."

Dengan kegagalan ini, Rossi kini tertinggal sembilan angka dari Lorenzo yang memuncaki klasemen. Meski demikian toh Rossi masih terlihat santai. Ia juga tak mengharapkan akan bersaing dengan hanya Lorenzo untuk memperebutkan gelar juara.

"Sembilan poin lebih baik untuk meiliki sebuah keuntunga daripada sebuah ketidakberuntungan, tapi kejuaraan masih amat panjang," lanjut juara bertahan itu.

"Apa yang tidak saya harapkan adalah akan bertarung hanya dengan Jorge. Setelah musim dingin saya mengharapkan Stoner - mungkin juga Dani (Pedrosa) tapi khususnya Stoner bisa memberikan ancaman seirus," tutup juara dunia MotoGP musim lalu ini.
(yp)

Dovizioso Puas Kalahkan Pedrosa

Le Mans - Andrea Dovizioso sangat senang bisa berada di posisi ketiga di Le Mans. Pembalap Italia ini juga mengaku puas karena bisa mengalahkan rekan setimnya, Dani Pedrosa.

Meski kalah dari dua pembalap Yamaha namun Dovizioso mampu menampilkan performa terbaiknya di MotoGP Prancis. Itu merupakan podium kedua yang telah diraih oleh pembalap Honda ini setelah tiga putaran telah digelar di musim ini.

Hasil itu juga dirasakan cukup baik bagi Dovi setelah berada di posisi ketiga klasemen pembalap."Ini awal yang sempurna. Kami membuatnya sangat baik, kemajuan yang besar dibanding tahun lalu," ujarnya seperti dilansir Auto Sport.

"Di akhir tahun lalu kami sangat-sangat pelan. Saya hampir kehilangan rasa pada motor. Kami banyak berubah selama musim dingin dan kami lebih baik karena kami tak bertarung untuk kemenangan tapi kami semakin dekat dan dekat," ungkap Dovi.

Namun pada balapan di Le Mans ini tampaknya masih ada dendam tersimpan di hati Dovi setelah musim lalu dikalahkan oleh Pedrosa. Namun kali ini dia mampu membalas dendamnya kepada rekan setimnya tersebut.

"Tahun lalu Dani mengejar saya 10 detik saat balapan dan melewati saya di lap terakhir, jadi saya membutuhkan ini. Saya senang menuju Mugello di posisi ketiga klasemen di depan Dani karena ini sangat penting," tukas rider Italia ini.
(yp)

Minggu, 23 Mei 2010

Kedewasaan Berbuah Kemenangan

Le Mans - Setelah menjalani pertarungan ketat dengan Valentino Rossi, Jorge Lorenzo akhirnya tampil sebagai pemenang MotoGP Prancis. Pembalap asal Spanyol ini menyebut, kemenangannya terjadi berkat kedewasaan.

Lorenzo yang start dari posisi dua terlibat duel seru dengan Rossi sejak awal balapan. Tetapi sejak lap kesebelas, serangan Lorenzo tak mampu lagi dihadapi oleh Rossi. Pembalap berusia 23 tahun ini melewati The Doctor dan langsung meninggalkannya dengan jarak yang cukup jauh.

"Jika hal seperti itu terjadi pada saya tiga atau empat tahun lalu, mungkin saya akan melakukan tindakan ceroboh," ujar Lorenzo di Autosport, mengomentari keunggulannya atas Rossi.

Namun, tak ada kecerobohan yang dilakukan oleh Lorenzo, seperti halnya ketika ia baru masuk ajang MotoGP di tahun 2008--di mana ia kerap terjatuh dari motor. Lorenzo pun mengatakan, dirinya sudah lebih dewasa saat ini.

"Saya merasa lebih percaya diri sekarang. Saya bisa lebih tenang dan mengendarai motor lebih baik. Hari ini adalah contohnya."

"Saya membalap dengan sabar dan paham betul bahwa Valentino selalu menunda menginjak rem. Jadi, saya menunggu dirinya membuat kesalahan. Dia tak banyak melakukan kesalahan, jadi saya hanya bisa menunggu."

"Saya hanya berusaha berada sedekat mungkin dengannya selepas tikungan. Ketika akhirnya kesempatan itu datang, ternyata tak sesulit dugaan saya sebelumnya," tukasnya.
(yp)

Sang Penghibur Baru

Le Mans - 
Jorge Lorenzo menampilkan sebuah pertunjukan menghibur di Le Mans. Tak hanya mendominasi jalannya balapan, aksinya merayakan kemenangan juga mencuri perhatian. Siapa bilang sebutan entertainer cuma milik Valentino Rossi?

"Mandi air dingin dan pemanasan untuk balapan! Sampai ketemu lagi, kawan-kawan!" demikian tulis Lorenzo di akun Twitter-nya sebelum balapan. Yang terjadi selanjutnya seperti yang sudah disaksikan Minggu (24/5/2010) malam ini.

Start dari posisi dua, Lorenzo bertarung dengan rekan setimnya sendiri, Rossi, nyaris sepanjang balapan. Di lap ke-11 serangan Lorenzo tak mampu lagi diladeni Rossi. Pembalap Spanyol itu terus memantapkan kecepatan dan posisinya. Tiga lap berikutnya ia sudah memberi jarak tiga detik pada Rossi. Sejak itu ia terlihat sulit dikejar dan akhirnya memang berhasil menyentuh garis finish sebagai yang terbaik.

Ia kemudian merayakan kemenangannya dengan cara yang tak bisa dibilang "biasa-biasa saja". Usai menyerahkan motornya kepada kru, pembalap berusia 23 tahun ini lalu berlari beberapa meter di trek. Ke mana Lorenzo berlari?

Rupanya, ia menuju ke sebuah panggung yang sudah disediakan oleh timnya. Di sana, ia duduk di sebuah bangku yang mirip dengan bangku sutradara, menyantap popcorn dan menyaksikan balapan dari sebuah layar besar--layaknya menonton di bioskop.

Apa yang dilakukan Lorenzo ini bak menggambarkan dirinya baru saja menyutradarai dan membintangi sebuah film bernama "Balapan Le Mans". Ia kemudian menontonnya dengan gaya yang rileks, sebuah hiburan yang pas dinikmatinya dengan popcorn.

Selebrasi gila seperti ini sebelumnya juga pernah ia lakukan kala memenangi Balapan di Jerez beberapa pekan silam. Kala itu, usai memberikan motornya kepada kru, ia langsung berlari ke sebuah kolam yang berada di sirkuit, melompat, menyeburkan dirinya dan berenang di dalamnya. Ia mengaku, dirinya berpikir aksi seperti ini bisa membuat fans terhibur.

Terdengar mirip Rossi? Bisa jadi. Sebab selama ini The Doctor dikenal sebagai pembalap yang tak hanya mementingkan kemenangan. Rossi kerap memberikan fans-nya aksi-aksi yang menghibur.

Tak salah kalau sekarang Lorenzo disebut sebagai pesaing sejati Rossi. Tak hanya di dalam perebutan gelar juara, tetapi juga untuk urusan tontonan yang bisa mengundang senyum. Yang membuatnya makin menarik, keduanya adalah rekan setim.

Selanjutnya, apa lagi yang akan kau tampilkan, Lorenzo?
(yp)

Lorenzo Menang Lagi

Le Mans -  
MotoGP Prancis 2010 menjadi tontonan balapan di antara dua pembalap tim Fiat Yamaha. Tak tersentuh pembalap tim-tim lain sejak awal, Jorge Lorenzo berhasil mengalahkan Valentino Rossi.

Pada lomba di sirkuit Le Mans hari Minggu (23/5/2010), Lorenzo tampil sebagai juara dengan catatan waktu 44 menit 29,114 detik, melahap 28 putaran. Ia unggul lima detik lebih dari Rossi yang harus puas di tempat kedua.

Rossi sempat berada di depan setelah balapan dimulai, mengamankan posisinya sebagai pemegang pole position. Akan tetapi ia terus dikuntit Lorenzo, yang dengan gaya agresifnya terus memberi tekanan pada The Doctor.

Duel di antara mereka mulai terjadi sangat ketat di lap ketujuh, di mana Lorenzo sempat menyusul Rossi sebanyak dua kali berturut-turut dalam jarak dekat, tapi sang juara bertahan mampu membalas.

Baru di lap ke-11 serangan Lorenzo tak mampu lagi diladeni Rossi, yang sepertinya masih terganggu dengan kondisi bahunya yang belum pulih betul.

Pembalap Spanyol itu terus memantapkan kecepatan dan posisinya. Tiga lap berikutnya ia sudah memberi jarak tiga detik pada Rossi. Sejak itu terlihat sulit dikejar dan akhirnya memang berhasil menyentuh garis finish sebagai yang terbaik.

Dengan demikian Lorenzo sudah memenangi dua dari tiga balapan di musim ini, dan berhak memimpin klasemen sementara. Kemenangan pertama didapatnya di seri kedua di Jerez, Spanyol, sedangkan di seri pembuka di Qatar ia juga naik podium di urutan kedua di bawah Rossi.

Podium ketiga di Le Mans menjadi milik pembalap Honda Andrea Dovizioso. Ia mendapat tempat itu setelah memenangi balapan ketat di lap-lap terakhir dengan Dani Pedrosa dan Nicky Hayden. Ini adalah podium ketiga nomor dua buat Dovizioso setelah memperoleh yang pertama di Losail.

Pedrosa harus puas dengan 11 poin atas capaiannya di peringkat kelima di belakang Hayden. Di seri kedua di Jerez Pedrosa gagal menjadi juara karena berhasil dibalap Lorenzo di lap-lap terakhir walaupun memimpin sejak awal lomba.

Nasib sial dialami Casey Stoner yang hanya beredar di lintasan kurang dari tiga lap. Ia terjatuh dalam posisi yang sebenarnya tanpa tekanan -- dan langsung KO. Loris Capirossi dan Ben Spies juga out, seperti halnya tiga minggu lalu di Jerez.

Hasil MotoGP Prancis:
1.  Jorge Lorenzo     Yamaha             44m29.114s
2.  Valentino Rossi   Yamaha               + 5.672s
3.  Andrea Dovizioso  Honda                + 7.872s
4.  Nicky Hayden      Ducati               + 9.346s
5.  Dani Pedrosa      Honda               + 12.613s
6.  Marco Melandri    Gresini Honda       + 21.918s
7.  Randy de Puniet   LCR Honda           + 29.288s
8.  Hector Barbera    Aspar Ducati        + 33.128s
9.  Aleix Espargaro   Pramac Ducati       + 33.493s
10.  Marco Simoncelli  Gresini Honda       + 33.805s
11.  Hiroshi Aoyama    Interwetten Honda   + 34.346s
12.  Colin Edwards     Tech 3 Yamaha       + 37.123s
13.  Mika Kallio       Pramac Ducati       + 55.061s

Tidak finish
Loris Capirossi   Suzuki             6 laps
Ben Spies         Tech 3 Yamaha      6 laps
Casey Stoner      Ducati             2 laps
(yp)

Lorenzo Percaya Diri Bisa Juara Lagi

Le Mans -  
Jorge Lorenzo akan memulai balapan GP Le Mans dari grid kedua. Pembalap Fiat Yamaha tersebut memiliki kepercayaan diri tinggi untuk bisa kembali juara tahun ini.

Lorenzo mengakhiri kualifikasi MotoGP yang digelar di sirkuit Le Mans, Sabtu (22/5/2010) dengan baik. Ia finis kedua di belakang Valentino Rossi yang meraih pole position dengan selisih 0,054 detik saja.

Hasil ini bikin Lorenzo diliputi pede yang tinggi. Rider Spanyol tersebut optimistis bakal mampu mengulangi sukses di lomba ini pada tahun 2009 silam di mana ia menjadi juara.

"Ini adalah sesi bagus yang lain dan kami sangat kuat sekarang, meskipun ada beberapa pembalap disini yang cepat dengan kecepatan yang bagus," tukas Lorenzo dikutip Crash.net.

"Hari ini saya merasa konsisten dan saya puas membalap dengan 1 menit 34,5 detik jadi jika saya bisa mempertahankannya selama lomba maka kami akan memiliki kans bagus. Saya perlu melakukan start bagus besok dan jadi lebih tangguh selama beberapa lap pertama kemudian baru saya bisa bertarung untuk kemenangan."

Sikap serupa juga ditunjukkan oleh manajer Lorenzo, Mark Zeelenberg. Kemenangan Lorenzo di Jerez sedikit banyak akan memberikan si pembalap tambahan motivasi.

"Jorge menghuni start yang bagus tanpa tekanan tambahan dengan menjadi pole dan kecepatan balapan dia pasti cukup cepat yang memungkinkan dia berjalan di depan besok," ujar sang manajer yakin.

"Kami berharap apa yang telah kami lakukan di Jerez akan membantu dia dan memberikan dia rasa kepercayaan yang lebih tinggi dan saya yakin dia tidak akan membiarkan pembalap lain lebih cepat dari dia di 10 lap pertama," tutup Zeelenberg.

Lorenzo memiliki rekor bagus saat berlaga di Le Mans. Sebelum jadi juara tahun lalu, ia menjejak podium kedua pada 2008.
(yp)

Rossi Start Posisi Satu

Le Mans -  Valentino Rossi belum pulih benar dari cedera bahunya. Itu mengapa dia masih khawatir kendati sudah mencatatkan pole pertamanya musim ini di Le Mans.

Rasa sakit usai jatuh ketika bermotocross masih membayangi Rossi. Hal ini sempat pula dia akui usai sesi pertama latihan bebas MotoGP Prancis.

Pada prosesnya rasa sakit itu tak menghambat si pembalap Fiat Yamaha mencatat waktu terbaik di sesi kualifikasi sekaligus meraih posisi pole dalam balapan nanti.

Capaian tersebut jelas menggelembungkan optimisme Rossi yang di dua seri awal belum pernah start dari posisi terdepan. Apalagi musim lalu di Le Mans 'The Doctor' juga crash dan hanya finis di posisi 16.

"Aku sangat bahagia dengan cuaca saat ini dan aku merasa percaya diri dengan motor," aku Rossi di Reuters. Meski begitu, rasa sakit karena cedera ternyata masih saja belum minggat dari bahu Rossi. Inilah yang melahirkan kerisauan si rider Fiat Yamaha asal Italia.

"Posisi pole selalu bagus dan tadi itu juga catatan waktu yang baik, nah untuk balapan sendiri aku agak merisaukan bahuku karena setelah 10 atau 15 lap aku mulai kehilangan tenaga," lugas dia.
(yp)