Rabu, 26 Mei 2010

Lorenzo Salah Prediksi

Le Mans - Jorge Lorenzo memenangi duel dengan Valentino Rossi untuk menjuarai MotoGP Prancis. Meski menargetkan podium teratas, dia tak menyangka kalau kemenangan  yang didapat lebih mudah dari yang dibayangkan.

Berada di belakang Valentino Rossi saat balapan dimulai, Lorenzo sempat terlibat pertarungan ketat dengan rekan setimnya itu. Tanda-tanda kemenangan rider 23 tahun itu mulai terlihat di lap 11, saat dia mulai menjaga jarak aman dengan The Doctor.

Dalam konferensi pers usai balapan, pembalap Spanyol itu menyebut kalau kemenangan yang dia dapat sebagai hasil dari penampilannya yang jauh lebih tenang. Kini, secara keseluruhan dia menganggap kalau balapan di Sirkuit Le Mans, Minggu (23/5/2010) kemarin, berjalan lebih mudah dari yang dia prediksi sebelumnya.

"Ya, itu lebih mudah dari yang saya pkirkan sebelumnya," sahut Lorenzo dalam wawancaranya dengan AS.

"Saya selalu berusaha tampil hingga batas kemampuan, tapi kadang Anda superior atas pembalap lain dan tidak dengan pembalap lain. Kali ini saya tampil dengan baik dan performa saya terus membaik seiring kondisi ban," lanjut pemuncak klasemen sementara itu.

Usai menyentuh garis finis, Lorenzo kembali melakukan selebrasi kemenangan dengan cara yang unik. Dia duduk di atas kursi tepat di depan layar dalam ukuran besar sambil memakan pop korn. Apakah itu ada kaitannya dengan kemenangan yang diakunya mudah tersebut?

"Saya tak pernah melihat langsung apa yang disaksikan penonton terkait apa yang saya rasakan, kali ini saya bisa merayakannya sekaligus melihat secara live (di televisi). Saya sudah melihatnya (layar) sejak Kamis saat kami berjalan kaki melintasi sirkuit, di situlah saya melihat sesuatu yang potensial," tutup runner up musim lalu itu.
(yp)

Stoner Dapat Saran Dari Lorenzo

Le Mans - Yang satu keluar sebagai pemenang, sementara yang lainnya tak bisa menyelesaikan balapan lantaran terjatuh. Jorge Lorenzo, si pemenang, pun memberikan saran kepada Casey Stoner yang gagal finis.

Pada balapan MotoGP Prancis yang dihelat di Sirkuit Le Mans, Minggu (23/5/2010), Lorenzo tampil sebagai juara meski di awal-awal balapan terlibat pertarungan ketat dengan Valentino Rossi. Pembalap asal Spanyol itu pun kini memimpin klasemen sementara balapan dengan koleksi nilai 70--unggul 11 poin atas Rossi.

Sementara Stoner, hanya beredar di trek kurang dari tiga lap. Ia terjatuh dalam posisi yang sebenarnya tanpa tekanan--dan langsung KO. Ini adalah kali kedua pembalap Ducati tersebut tak mendapatkan poin. Sebelumnya, ia gagal meraih poin pada balapan di Qatar.

Lorenzo mengakui bahwa Stoner memang cepat, namun kurang berhati-hati sehingga akhirnya crash. Lorenzo pun memberikan saran kepada pembalap asal Australia itu.

"Saya pikir, di kompetisi ini yang paling penting adalah tidak terjatuh, dan finis di semua balapan," ujar Lorenzo di Autosport.

"Casey sangat cepat, sangat agresif, tapi dia sudah dua kali terjatuh dalam tiga balapan. Tentu saja dia butuh memenangi banyak balapan untuk mengembalikan poin."

"Saya pikir, untuk saat ini saya dan Valentino sudah aman dalam hal tersebut (raihan poin)," tukasnya.
(yp)

Selasa, 25 Mei 2010

Kecelakaan Bikin Stoner Kecewa

Le Mans - Casey Stoner merasa putus asa atas kecelakaan yang merusak awal musimnya tersebut. Apalagi posisi pembalap Ducati ini semakin terpuruk di klasemen setelah melewati tiga balapan.

Stoner sudah terjatuh saat lap kedua MotoGP Prancis ketika sedang berada di posisi keempat. Sedangkan kecelakaan tersebut membuatnya harus terhenti dan ini adalah kedua kalinya pembalap Australia ini mengalami kecelakaan.

Pembalap Ducati ini juga mengalami kecelakaan yang sama saat balapan perdana di Qatar. Tentu saja imbasnya pembalap Ducati ini harus berada di peringkat ke-14 dengan selisih 59 poin dari pimpinan klasemen Jorge Lorenzo.

"Saya sangat kecewa karena motor telah cukup baik sepanjang pekan ini. Saya sempat mendorong ke depan yang saya inginkan. Namun tanpa alasan saat balapan telah tiba saya seperti merosot," ungkap Stoner seperti dilansir Auto Sport.

"Ini merupakan sesuatu yang kami dapatkan berada di bawah dan kami perlu melakukan itu secepat mungkin karena tidak bagus untuk di awal musim dengan hanya sekali finis dari tiga balapan," tukasnya.

Yang pasti, Stoner merasa ada beberapa hal yang dibenahi meski dia tidak merasa perlu mengubah cara membalapnya. "Jujur saja saya tidak begitu yakin saat ini. Kita perlu duduk dan mengerjakan apa yang terbaik untuk balapan berikutnya."

Sedangkan bos tim Vittoriano Guareschi mengakui bahwa kecelakaan yang dialami oleh Stoner merupakan pukulan besar bagi Ducati. Meski pun pembalap kedua mereka, Nicky Hayden berada di posisi keempat dalam balapan tersebut.

"Saya sangat kecewa untuk Casey dan juga bagi tim karena ini jelas merupakan kekecewaan besar bagi kami semua," ungkap Guareschi.
(yp)

Rossi Keluhkan Setingan Motor

Le Mans - Valentino Rossi gagal memenangi MotoGP Le Mans usai finis di belakang Jorge Lorenzo yang menjadi juara. Pembalap Fiat Yamaha ini mengaku kegagalan tersebut disebabkan karena setingan motornya.

Mengawali balapan dari pole position, Rossi bertarung sedari awal dengan Lorenzo nyaris di sepanjang balapan. Meskipun sempat memimpin hingga lap ke-11, Lorenzo yang terus menyerang akhirnya tidak mampu diredam oleh Rossi.

Lorenzo semakin cepat dan hingga tiga lap berikutnya Rossi sudah terpaut jarak tiga detik dari rekan satu timnya itu. Sejak itu Loreno sulit untuk dikejar dan akhirnya tampil sebagai yang pertama menyentuh garis finis.

Cedera yang dialami Rossi memang cukup mempengaruhi performanya di balapan ini. Namun, The Doctor menegaskan bahwa problem utamanya terletak pada setingan motornya.

"Saya cukup khawatir dengan bahu saya, tapi ini (sakitnya) tidak terlalu buruk hanya tujuh atau delapan lap dan balapan tetap bisa diselesaikan," papar Rossi kepada Autosport.

"Masalah yang lebih besar adalah soal setingan. Kami tidak memiliki cukup pegangan di bawah akselerasi untuk bisa menyaingi Jorge. Jadi kami harus memahami mengapa dan membuatnya jadi lebih baik."

"Saya memulai start dari posisi yang hebat dan saya mencoba untuk bertahan di depan karena saya tahu dari motor terlihat kami tidak memiliki kecepatan yang sama. Jadi tidak mungkin saya bisa terus-terusan di depan selama 28 lap."

Dengan kegagalan ini, Rossi kini tertinggal sembilan angka dari Lorenzo yang memuncaki klasemen. Meski demikian toh Rossi masih terlihat santai. Ia juga tak mengharapkan akan bersaing dengan hanya Lorenzo untuk memperebutkan gelar juara.

"Sembilan poin lebih baik untuk meiliki sebuah keuntunga daripada sebuah ketidakberuntungan, tapi kejuaraan masih amat panjang," lanjut juara bertahan itu.

"Apa yang tidak saya harapkan adalah akan bertarung hanya dengan Jorge. Setelah musim dingin saya mengharapkan Stoner - mungkin juga Dani (Pedrosa) tapi khususnya Stoner bisa memberikan ancaman seirus," tutup juara dunia MotoGP musim lalu ini.
(yp)

Dovizioso Puas Kalahkan Pedrosa

Le Mans - Andrea Dovizioso sangat senang bisa berada di posisi ketiga di Le Mans. Pembalap Italia ini juga mengaku puas karena bisa mengalahkan rekan setimnya, Dani Pedrosa.

Meski kalah dari dua pembalap Yamaha namun Dovizioso mampu menampilkan performa terbaiknya di MotoGP Prancis. Itu merupakan podium kedua yang telah diraih oleh pembalap Honda ini setelah tiga putaran telah digelar di musim ini.

Hasil itu juga dirasakan cukup baik bagi Dovi setelah berada di posisi ketiga klasemen pembalap."Ini awal yang sempurna. Kami membuatnya sangat baik, kemajuan yang besar dibanding tahun lalu," ujarnya seperti dilansir Auto Sport.

"Di akhir tahun lalu kami sangat-sangat pelan. Saya hampir kehilangan rasa pada motor. Kami banyak berubah selama musim dingin dan kami lebih baik karena kami tak bertarung untuk kemenangan tapi kami semakin dekat dan dekat," ungkap Dovi.

Namun pada balapan di Le Mans ini tampaknya masih ada dendam tersimpan di hati Dovi setelah musim lalu dikalahkan oleh Pedrosa. Namun kali ini dia mampu membalas dendamnya kepada rekan setimnya tersebut.

"Tahun lalu Dani mengejar saya 10 detik saat balapan dan melewati saya di lap terakhir, jadi saya membutuhkan ini. Saya senang menuju Mugello di posisi ketiga klasemen di depan Dani karena ini sangat penting," tukas rider Italia ini.
(yp)

Minggu, 23 Mei 2010

Kedewasaan Berbuah Kemenangan

Le Mans - Setelah menjalani pertarungan ketat dengan Valentino Rossi, Jorge Lorenzo akhirnya tampil sebagai pemenang MotoGP Prancis. Pembalap asal Spanyol ini menyebut, kemenangannya terjadi berkat kedewasaan.

Lorenzo yang start dari posisi dua terlibat duel seru dengan Rossi sejak awal balapan. Tetapi sejak lap kesebelas, serangan Lorenzo tak mampu lagi dihadapi oleh Rossi. Pembalap berusia 23 tahun ini melewati The Doctor dan langsung meninggalkannya dengan jarak yang cukup jauh.

"Jika hal seperti itu terjadi pada saya tiga atau empat tahun lalu, mungkin saya akan melakukan tindakan ceroboh," ujar Lorenzo di Autosport, mengomentari keunggulannya atas Rossi.

Namun, tak ada kecerobohan yang dilakukan oleh Lorenzo, seperti halnya ketika ia baru masuk ajang MotoGP di tahun 2008--di mana ia kerap terjatuh dari motor. Lorenzo pun mengatakan, dirinya sudah lebih dewasa saat ini.

"Saya merasa lebih percaya diri sekarang. Saya bisa lebih tenang dan mengendarai motor lebih baik. Hari ini adalah contohnya."

"Saya membalap dengan sabar dan paham betul bahwa Valentino selalu menunda menginjak rem. Jadi, saya menunggu dirinya membuat kesalahan. Dia tak banyak melakukan kesalahan, jadi saya hanya bisa menunggu."

"Saya hanya berusaha berada sedekat mungkin dengannya selepas tikungan. Ketika akhirnya kesempatan itu datang, ternyata tak sesulit dugaan saya sebelumnya," tukasnya.
(yp)

Sang Penghibur Baru

Le Mans - 
Jorge Lorenzo menampilkan sebuah pertunjukan menghibur di Le Mans. Tak hanya mendominasi jalannya balapan, aksinya merayakan kemenangan juga mencuri perhatian. Siapa bilang sebutan entertainer cuma milik Valentino Rossi?

"Mandi air dingin dan pemanasan untuk balapan! Sampai ketemu lagi, kawan-kawan!" demikian tulis Lorenzo di akun Twitter-nya sebelum balapan. Yang terjadi selanjutnya seperti yang sudah disaksikan Minggu (24/5/2010) malam ini.

Start dari posisi dua, Lorenzo bertarung dengan rekan setimnya sendiri, Rossi, nyaris sepanjang balapan. Di lap ke-11 serangan Lorenzo tak mampu lagi diladeni Rossi. Pembalap Spanyol itu terus memantapkan kecepatan dan posisinya. Tiga lap berikutnya ia sudah memberi jarak tiga detik pada Rossi. Sejak itu ia terlihat sulit dikejar dan akhirnya memang berhasil menyentuh garis finish sebagai yang terbaik.

Ia kemudian merayakan kemenangannya dengan cara yang tak bisa dibilang "biasa-biasa saja". Usai menyerahkan motornya kepada kru, pembalap berusia 23 tahun ini lalu berlari beberapa meter di trek. Ke mana Lorenzo berlari?

Rupanya, ia menuju ke sebuah panggung yang sudah disediakan oleh timnya. Di sana, ia duduk di sebuah bangku yang mirip dengan bangku sutradara, menyantap popcorn dan menyaksikan balapan dari sebuah layar besar--layaknya menonton di bioskop.

Apa yang dilakukan Lorenzo ini bak menggambarkan dirinya baru saja menyutradarai dan membintangi sebuah film bernama "Balapan Le Mans". Ia kemudian menontonnya dengan gaya yang rileks, sebuah hiburan yang pas dinikmatinya dengan popcorn.

Selebrasi gila seperti ini sebelumnya juga pernah ia lakukan kala memenangi Balapan di Jerez beberapa pekan silam. Kala itu, usai memberikan motornya kepada kru, ia langsung berlari ke sebuah kolam yang berada di sirkuit, melompat, menyeburkan dirinya dan berenang di dalamnya. Ia mengaku, dirinya berpikir aksi seperti ini bisa membuat fans terhibur.

Terdengar mirip Rossi? Bisa jadi. Sebab selama ini The Doctor dikenal sebagai pembalap yang tak hanya mementingkan kemenangan. Rossi kerap memberikan fans-nya aksi-aksi yang menghibur.

Tak salah kalau sekarang Lorenzo disebut sebagai pesaing sejati Rossi. Tak hanya di dalam perebutan gelar juara, tetapi juga untuk urusan tontonan yang bisa mengundang senyum. Yang membuatnya makin menarik, keduanya adalah rekan setim.

Selanjutnya, apa lagi yang akan kau tampilkan, Lorenzo?
(yp)